Seorang pria meninggal dunia saat mencari kerang di kawasan pesisir Jakarta Utara. Peristiwa duka ini terjadi pada hari Senin sore, 28 April 2025, sekitar pukul 17.00 WIB di area Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Korban yang diketahui bernama Bapak Salim (58 tahun) diduga meninggal akibat kelelahan setelah seharian mencari kerang di area berlumpur.
Menurut keterangan saksi mata yang juga berprofesi sebagai pencari kerang, Bapak Salim terlihat sudah sejak pagi berada di area tersebut. Kondisi cuaca yang cukup terik dan medan yang berat diduga menjadi penyebab utama korban mengalami kelelahan yang berujung pada kematian. Saksi mata sempat melihat Bapak Salim beristirahat beberapa kali, namun kemudian kembali melanjutkan aktivitas mencari kerang. Hingga akhirnya, korban ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri oleh rekan sesama pencari kerang.
Warga sekitar dan rekan-rekan pencari kerang segera berusaha memberikan pertolongan pertama dan menghubungi pihak berwajib. Petugas kepolisian dari Polsek Penjaringan yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah pria meninggal tersebut. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan kuat, korban meninggal akibat serangan jantung atau kelelahan ekstrem setelah beraktivitas fisik di bawah terik matahari.
Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Adyatma, membenarkan adanya penemuan pria meninggal di kawasan Muara Angke. “Kami telah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, diduga korban meninggal dunia akibat kelelahan saat mencari kerang. Tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian ini,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Penjaringan pada Selasa pagi.
Jenazah pria meninggal tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian. Pihak kepolisian juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk proses pemakaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi siapa saja yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di bawah kondisi cuaca ekstrem, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri. Penting untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi air minum yang banyak guna menghindari dehidrasi dan kelelahan berlebihan. Semoga almarhum Bapak Salim mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.