Sebanyak 18 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur dilaporkan terendam banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung pada Sabtu pagi, 26 April 2025. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak Jumat malam menyebabkan debit air Kali Ciliwung meningkat signifikan dan meluber ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa banjir mulai menggenangi permukiman warga di beberapa kelurahan seperti Cawang, Bidara Cina, dan Kampung Melayu sejak pukul 06.00 WIB. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adha, dalam keterangan persnya di Jakarta Timur pada hari yang sama, membenarkan adanya banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat luapan Kali Ciliwung. “Kami telah menerima laporan dari petugas di lapangan mengenai adanya 18 RT yang terendam banjir. Tim kami sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak dan mendirikan posko pengungsian sementara,” ujar Isnawa Adha.
Lebih lanjut, Isnawa Adha menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan pihak kecamatan setempat untuk penanganan lebih lanjut. Petugas dari Dinas SDA juga telah dikerahkan untuk melakukan upaya penyedotan air di beberapa titik yang mengalami genangan cukup tinggi.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah ruas jalan di sekitar bantaran Kali Ciliwung juga terendam banjir, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur tampak mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan untuk menghindari jalur-jalur yang tergenang.
Salah seorang warga Kampung Melayu, Ibu Siti (52 tahun), menuturkan bahwa air mulai masuk ke rumahnya sejak subuh dan terus meningkat hingga pagi hari. “Hujannya memang deras sekali dari semalam di Bogor. Biasanya kalau sudah begini, air Ciliwung pasti meluap,” katanya saat ditemui di lokasi pengungsian sementara di sebuah masjid terdekat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Pihaknya juga memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi. Informasi terkini mengenai perkembangan banjir akan terus disampaikan melalui berbagai kanal informasi resmi Pemprov DKI Jakarta.