Fadli Zon, seorang tokoh politik dan budayawan, secara terbuka menyatakan kekagumannya pada konsep ekonomi yang digagas oleh Mohammad Hatta. Ia bahkan berpendapat bahwa Bung Hatta lebih tepat disebut sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan, dibandingkan sekadar Bapak Koperasi. Aspirasi ini menunjukkan komitmen kuat untuk Memperjuangkan Ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil.
Inti dari pandangan Fadli Zon adalah mengembalikan fokus pembangunan ekonomi pada semangat Pasal 33 UUD 1945. Pilar ini, yang dirancang oleh Bung Hatta, menekankan bahwa perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas Bapak Ekonomi. Ini adalah fondasi ideal untuk Memperjuangkan Ekonomi yang adil dan merata, jauh dari kapitalisme yang liberal.
Bung Hatta melihat koperasi sebagai manifestasi konkret dari demokrasi ekonomi. Ia adalah bentuk usaha yang paling sesuai dengan budaya gotong royong Indonesia, di mana anggota adalah pemilik sekaligus pengguna. Bapak Ekonomi kerakyatan berarti mengangkat sektor ini sebagai tulang punggung, bukan sekadar pelengkap dalam sistem nasional.
Aspirasi Fadli Zon untuk mengikuti jejak Hatta berarti menempatkan kepentingan rakyat banyak di atas segalanya. Ini mencakup upaya serius untuk Memperjuangkan Ekonomi yang mandiri, mengurangi ketergantungan asing, dan memastikan kedaulatan ekonomi. Tujuannya adalah menciptakan keadilan sosial dan membasmi kemiskinan struktural.
Dalam konteks kebijakan saat ini, gagasan Memperjuangkan Ekonomi kerakyatan menuntut keberpihakan yang nyata terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan modal, akses pasar, dan perlindungan dari gempuran produk impor harus diperkuat. Ini adalah bentuk konkret dari implementasi filosofi Bung Hatta.
Fadli Zon menegaskan bahwa Bung Hatta adalah pemikir, perancang, dan intelektual di balik konsep besar ekonomi kerakyatan Indonesia. Memperjuangkan Ekonomi dengan mengacu pada pemikiran Hatta adalah upaya untuk mengaktualisasi cita-cita Proklamator. Ini adalah langkah penting untuk memastikan arah pembangunan bangsa.
Dengan menyuarakan kembali pemikiran Bung Hatta, Fadli Zon berharap dapat memicu Debat Publik yang sehat tentang model ekonomi terbaik bagi Indonesia. Hal ini bukan hanya sekadar retorika politik, tetapi ajakan untuk serius Memperjuangkan Ekonomi yang berbasis moralitas dan kesejahteraan bersama.
Pada akhirnya, tantangan terbesar dalam Memperjuangkan Ekonomi Kerakyatan adalah menerjemahkan filosofi luhur Hatta menjadi kebijakan praktis yang efektif. Dibutuhkan komitmen politik yang kuat agar koperasi dan UMKM benar-benar menjadi pilar utama, bukan hanya sekadar simbol tanpa kekuatan struktural.