5 Hari Mati Listrik, Warga Mengeluh dan Usaha Lumpuh
Akibat kejadian tersebut, sekitar 3,2 juta warga mengalami pemadaman listrik bergilir. Rumah sakit terpaksa mengandalkan genset, sistem transportasi terganggu, dan banyak toko serta industri kecil mengalami kerugian besar karena tak bisa beroperasi secara normal.
“Bayangkan, hanya karena seekor monyet, kami tidak punya listrik selama lima hari. Ini bukan hanya lucu, tapi menyedihkan,” ujar warga Kolombo dalam wawancara dengan media lokal.
Bukan Pertama Kalinya Monyet Bikin Ulah
Meski terdengar tidak masuk akal, ini bukan kali pertama monyet menyebabkan gangguan infrastruktur di Sri Lanka. Negara ini memang memiliki populasi monyet liar yang cukup tinggi, terutama jenis macaca sinica yang dikenal agresif dan cerdik.
Tahun lalu, kejadian serupa juga dilaporkan menyebabkan pemadaman skala kecil di wilayah pegunungan Kandy.
Pemerintah Diminta Pasang Sistem Keamanan Satwa
Menanggapi kejadian ini, pemerintah Sri Lanka diminta segera memasang sistem keamanan berbasis sensor dan pagar penghalang satwa liar di area infrastruktur penting, terutama gardu listrik dan stasiun pembangkit.
“Jika tidak ditangani, bisa jadi minggu depan giliran gajah yang masuk,” sindir seorang pengguna media sosial dengan nada satir.
Aksi Monyet yang Jadi Meme Nasional
Tak butuh waktu lama, insiden ini langsung viral di media sosial dan menjadi bahan lelucon nasional. Warganet Sri Lanka membuat meme bertajuk “Power Monkey” dan “The Monkey Who Shut Down Sri Lanka”, memperlihatkan seekor monyet memegang kabel listrik sambil tersenyum puas.
Meski lucu di permukaan, kasus ini juga membuka mata akan rapuhnya sistem infrastruktur listrik negara tersebut dan perlunya peningkatan sistem keamanan berbasis teknologi.
Penutup: Dari Iseng Jadi Bencana
Kejadian ini membuktikan bahwa satu kesalahan kecil — bahkan dari hewan liar — bisa berdampak besar bagi kehidupan jutaan orang. Sementara monyetnya mungkin sudah kabur ke hutan, pemerintah Sri Lanka kini harus mengevaluasi sistem kelistrikan mereka agar tak kembali “dijajah” oleh satwa nakal.